WeRead Powered by ReaderPub
Malay Magic / Being an introduction to the folklore and popular religion of the Malay Peninsula cover

Malay Magic / Being an introduction to the folklore and popular religion of the Malay Peninsula

Chapter 184: [cxvi] Before felling the Jungle [p. 266.
Open in WeRead

About This Book

A compilation of Malay Peninsula folklore, popular religion, and magical practices drawn from manuscripts, published sources, and the author's field notes, presenting creation myths, supernatural beings, charms, incantations, ritual practices, and folk explanations for illness and misfortune. The text emphasizes literal translations of spells and formulæ with originals in an appendix, confines attention to Malay communities of the peninsula, and compares recurring motifs while avoiding non-Malay populations. Methodological notes explain evidence and limits. The volume serves as an introductory survey that organizes material thematically—cosmology, spirit lore, protective and harmful magic, divination, and ritual observances—without claiming exhaustive treatment.

[cxvi] Before felling the Jungle [p. 266.

O nenek Raja Suleiman

Raja Suleiman Hitam!

Aku ʿnak menebang hutan;

Aku tidak memegang hutan,

Raja Suleiman Kuning memegang hutan,

Raja Suleiman Merah yang memegang hutan;

Aku yang menebang hutan,

Tetapi di-bri orang yang berdua.

Bangun, bangun, yang menunggu-nya:

Sirih yang tiga kapor, roko’ yang tiga batang117

O Si Mai Murup, O Si Mai Merah, Si Gadek Hitam,

Si Gadek Hitam yang di hilir ayer,

Si Gadek Kuning yang di hulu,

Si Mai Merah (yang di tengah ayer),

Kalau di-bawa lauk pesok,

Kalau di-bawa dulang pechah,

Jamu-lah jamu wadi

Ali berjuntei jamu watang

Kalau sa-kisah bharu jadi

Kalau sa-kisah bharu datang,

Undor siah-lah angkau deri sini,

Kalau tidak angkau undor deri sini

Kaki melangkah patah,

Tangan menengkan (?) sompong

Mata menchelek pechah

Mata di-tikam duri trong asam,

Tangan di-lantak tras sepang

Lidah di-sayat sembilu tĕlang

Sudah di-sumpah nenek Sakernanaini-naini

Didalam daun Putajaya (?)

Diatas bukit gunong Selan,

Bila ’kau kechok ’kau kĕchal

Di-kutok Koran tiga puloh juz,

Di-kampar Bumi dengan Langit!

Aku tahu asal angkau jadi:

Darah hitam darah merah,

Itu asal angkau jadi.

Kita asal sama sa-bapa

Bahagian asing-asing:

Aku memegang mas dan bijeh,

Angkau memegang batu dan pasir

Dan sĕkam dan dĕdak.