WeRead Powered by ReaderPub
Malay Magic / Being an introduction to the folklore and popular religion of the Malay Peninsula cover

Malay Magic / Being an introduction to the folklore and popular religion of the Malay Peninsula

Chapter 317: [ccxlvi] The Seven Time
Open in WeRead

About This Book

A compilation of Malay Peninsula folklore, popular religion, and magical practices drawn from manuscripts, published sources, and the author's field notes, presenting creation myths, supernatural beings, charms, incantations, ritual practices, and folk explanations for illness and misfortune. The text emphasizes literal translations of spells and formulæ with originals in an appendix, confines attention to Malay communities of the peninsula, and compares recurring motifs while avoiding non-Malay populations. Methodological notes explain evidence and limits. The volume serves as an introductory survey that organizes material thematically—cosmology, spirit lore, protective and harmful magic, divination, and ritual observances—without claiming exhaustive treatment.

[ccxlvi] The Seven Time

Katika Tujoh

[There are two versions of this system differing entirely from each other. The one has been alluded to in the text. The other has a different order, and is given here. Besides these two there is yet a third, which is much longer and goes into greater detail. It takes the Celestial bodies in the reverse order, beginning with Zuhal (Saturn), and ending with Kamar (the Moon).]

Bab ini pri mengatahui katika yang tujoh karna Allah taʿala menjadikan langit yang tujoh lapis dan bintang yang tujoh dan hari yang tujoh. Adapun bintang yang tujoh pertama nama-nya Kamar: ia-nya pada langit yang pertama, adapun warna-nya merah; apakala melangkah kita pada katika itu, ada-lah barang yang bersua melainkan merah jua, atau benatang atau buahan atau makan-makanan atau darah atau sakit atau luka atau ajal-nya; maka jangan-lah melangkah pada katika itu karna terlalu jahat katika itu.

Bab yang ka-dua, bintang Katib81 (?) nama-nya, diam-nya [pada] langit yang ka-dua, warna-nya hitam; apakala kita [melangkah] pada katika itu, ada-lah barang yang bersua hitam jua, atau orang yang jahil atau benatang atau buahan atau makan-makanan melainkan hitam jua bersua, barang kahandak kita tiada sampei; jangan melangkah kita pada katika itu, atau barang pekerja’an tiada jadi; kembali jua hanya kapada tempat yang sedia.

Bab yang ka-tiga, nama-nya bintang Zahari,82 diam-nya pada langit yang ka-tiga, warna-nya puteh; apakala melangkah [pada] katika itu barang bersua puteh jua, atau orang yang saleh kain-nya puteh atau benatang atau makan-makanan pun puteh; inilah sa-baik-baik langkah pada katika ini sa-baik-baik barang pekerja’an tiada terbelintang (?) kahandak [pada] katika itu.

Bab yang ka-ampat nama bintang-nya Shams, warna-nya hijau; diam-nya pada langit yang ka-ampat; apakala melangkah kita pada katika itu ada-lah kras uleh kita atau bersua dengan orang yang besar-besar, atau benatang yang besar, atau ular yang besar-besar, atau angin yang besar-besar, atau barang sabagei-nya besar-besar jua, hijau-hijau warna-nya; pada katika itulah kita hanya pekerja’an jangan-lah melangkah karna kusmus (?) pada katika itu; wa’llahu aʿlam.

Bab yang ka-lima, nama bintang-nya Marikh,83 warna-nya merah, hitam, hijau, biru; diam-nya pada langit yang ka-lima; pada katika itu sakalian pekerja’an itu amat binasa, hanya barang yang bersua ada-lah benatang yang bika-bika (?) atau orang binasa atau luka, atau merugi, atau sakit atau kadatangan ajal atau binasa; sakali-kali jangan kita melangkah pada katika itu atau berbuatan kita binasa jua, hanya atau hampir ajal-nya datang: wa’llahu aʿlam.

Bab yang ka-’nam, warna-nya puteh kuning; nama bintang[-nya] Mushtari, diam-nya pada langit yang ka-’nam, warna-nya puteh kuning; apakala melangkah kita pada katika itu, ada-lah langkah rezki dan barang yang bersua puteh kuning jua, orang atau benatang atau makan-makanan atau barang pekerja’an atau [?]; ada-lah pada langkahan ini salamat; dan sa-baik-baik langkah pada katika itu dan barang yang di-kahandak-nya ada-lah di-perlakukan Allah taʿala, apakala melangkah pada katika itu insha’ Allah taʿala suka’an [di-] per [-uleh]: wa’llahu aʿlam.

Bah yang ka-tujoh, nama bintang-nya Zahal,84 diam-nya pada langit yang ka-tujoh, warna-nya puteh, kuning, hitam, hijau, merah, dan barang pekerja’an pada katika itu atau perlangkahan baik pun ada jahat pun ada tetapi jahat deripada baik sangat: wa’llahu aʿlam.