Charm for fascinating a Tiger or hardening one’s own Heart
Ah Si Gempar ʿAlam
Gegak gempita!
Jarum besi akan ruma-ku,
Jarum tembaga akan ruma-ku,
Ular bisa akan janggut-ku,
Buaya akan tongkat [mulut]77-ku,
Harimau mendram di pengri78-ku,
Gajah mendring bunyi suara-ku,
Suara-ku saperti bunyi halunlintar!
Bibir terkatup, gigi terkunchi!79
Jikalau bergrak bumi dengan langit,
Bergrak-lah80 hati angkau
Handak marah atau handak membinasakan kapada aku!
Dengan berkat la ilaha, d.s.b.
(and add)
Kun paya kun chahia masok ka tuboh-ku!
Siapa chakap melawan aku
Singa pasih81 akan lawan-nya!
Ah, sagala yang bernyawa
Tiada-lah dapat menentang mata-ku,
Aku yang mendapat menentang mata-nya
Dengan berkat la ilaha, d.s.b.
For a Were-Tiger story the reader is referred to Clifford’s In Court and Kampong, pp. 66–77.
The idea is traceable, with a difference, as far back as A.D. 1416: a Chinese account of Malacca (in the Ying-yai Shêng-lan) relates, inter alia—“Sometimes there is a kind of tiger which assumes a human shape, comes to the town, and goes among the people; when it is recognised it is caught and killed.”
The Deer